Jumaat, 4 Mac 2016

36 year old me, time to be bold...

Lusa birthday saya. 6/3/2016. Genap 35 tahun.

Masa beli Proton Wira SE hitam tahun 2004 dulu, bila nak sign agreement tengok date terakhir installment tahun 2013 rasa macam jauh. 9 tahun. Angka 2013 buat rasa semacam dalam perut. Bila nak sign saya ragu-ragu boleh ke saya commit untuk bayar bulan2 500+ sampai tahun 2014.

Seperti wap air dalam nafas-nafas manusia, tahun-tahun 2005, 2007, 2010 ... 2015 meruwap pergi. Dosa pahala semua sapu. Wira pun dah saya jual. Absyar dah 7 tahun, Akif dah 2, saya pula dah 35, barangkali lagi 5 tahun untuk saya merayap di muka bumi Tuhan sebelum mati menyertai atuk, nenek, kawan dan mereka-mereka yang sudah berada di sana.

Hmm...

Kita tak tahu bila kita akan pergi. Tubuh ni Allah buat baik, robust dan sabar dengan benda-benda karut yang kita telan...  tapi dunia kat luar bukan benda yang kita boleh duga. Surprise can be good, can also be otherwise. Ramai juga kawan saya buat surprise di usia 40. So, saya nampak 40 ni sejenis isu yang realisitik. 45 maybe, 50 bonus.

Allahu akbar...

Banyak Tuhan dah bagi kat saya. Banyak peluang, banyak bagi chance walaupun berdosa tak ingat dunia. Bagi rezeki pada saya yang kalau ikutkan permerhatian saya sendiri, saya ni bukanlah kerja kuat sangat. Sistem pun slow, dan tak seorganize engineer-engineer Petronas atau TNB. Saya ni tahap biasa-biasa.

Di sana... ada lelaki yang kerja siang malam untuk cari sesuap nasi. Dia bukan tak pandai, malah orang sangat bijak. Kalau dia jadi engineer, confirm jauh lebih baik daripada saya. Tapi keluarga dia susah. Politik kampung dia teruk. Dia ambil upah toreh getah. Bila hujan dia ke kebun getah cari kulat sisir buat lauk makan. Ayam takde, ikan pun takde. Pikirkan adik-adik, dia lupakan sekolah. Dia lalu buat dua kerja. Siang menoreh malam menjahit tapi pendapatan dia still tak cukup untuk bantu mak ayah, apatah lagi untuk bantu diri sendiri... dia pandai tapi positioning dia dalam sistem agak tersasar, dan that is not his fault from the most beginning...

Kita ni tak tahu sejarah sebelum lahir kita. Zero. Kelahiran kita di situ di sini seperti random. 50% probability kita lahir sebagai bayi orang kaya, 50% juga kemungkinan kita lahir dalam keluarga miskin sebagai anak sulung. Bila awak berlima lahir dalam keluarga kaya, probability untuk ruh seterusnya untuk lahir dalam keluarga miskin sudah jadi 60%. Mungkin korang tak paham sebab muka korang sama macam muka mak so tak logik kalau korang lahir sebagai anak jiran yang miskin. No, I am not talking about moment after you already took shape. It is before that, way before that... The moment in time whence you exist as a pure spirit and waiting your turn to be whispered into a human embrio. It can be any womb.

Saya tak tahu korang paham ke tak tapi saya nak cakap setiap apa yang kita capai dalam hidup... samada segulung ijazah, karier bagus, gaji besar etc etc... bukan 100% usaha kita. There are hidden mechanism that put pattern into our life, mechanism that beyond our control like our own birth, our own spirit way before we were born.

Saya sejak kecik suka membaca, saya lalu rajin sikit membaca. Jadi nak jawab exam tak lah kekok sangat. Saya tak tahu. It is something inside that I just fulfilled. Mak suruh pi sekolah, saya pergi sekolah. Orang masuk U, saya ikut masuk U. Orang minta PTPTN, saya minta PTPTN. Dengar lecturer-lecturer duk bercakap sorang-sorang di depan. Lepas grad dapat ijazah, ikut member pergi cari kerja. Of course I made choices, but the choices were already tailored to me. I just ride the flow. Tak susah pun untuk grab opportunity bila ada di depan mata. Macam diberi soalan objektif A B C D yang semua betul. Bayangkan mereka yang diberi soalan subjektif. Yang tak ada pilihan, tapi ada garis dot dot kosong yang perlu diisi. Bayangkan mereka yang tidak ada peluang di depan mata, tak ada flow untuk mereka follow. Mereka terpaksa fikir, menangis, kerah otak, kerah keringat untuk make up some living... mereka yang hidup tanpa peluang...

Macam kakak... yang drop education sebab parents tak mampu nak support yuran. Dia bijak tapi peluang tak muncul untuk dia. Macam ayah saya yang bongsu yang terlalu dimanjakan lalu jadi terlalu fragile dalam sistem sosial yang kompleks untuk dia take up.

Hmm...

Semua berlaku naturally. Di sekeliling kita, semua berlaku naturally. Se'awkward' mana pun seorang lelaki di tepi jalan, kita nampak semasa drive balik kerja, memang natural untuk seorang lelaki pelik wujud dalam jutaan populasi KL. It is bell curve, we are distributed naturally along its curve. Sama seperti result SPM...

Banyak Tuhan bagi dekat manusia, dekat saya. Kalau saya nak kira value sistem alam semesta memang tak terkira. Priceless. We are too small and too weak to give back to God some return. Quran juga kata Dia taknak apa-apa pun dari manusia, manusia buat baik kesannya untuk manusia sendiri, manusia buat jahat, kesannya juga kena kat manusia sendiri. Tuhan kat atas sana self-sustain, unaffected by what we do personally or in mass.

Bila Tuhan beri peluang kehidupan yang cukup bermakna sebegini, kita sepatutnya jadi berhati-hati untuk bercakap bagi pihak Dia, atau nak claim something tentang Dia. I would not say about Him things that I do not know. Saya belajar agama, of course, tapi sesetengahnya tak dapat saya buktikan untuk saya apply pelajaran saya itu ke atas orang lain. It's just against my nature.

Guys...

We live in a box. Beyond that box is false because we are 'conditioned' to think our box is the only acceptable truth. I am an engineer and I am falling in love with how the creations made me think of Him up there, regardless my box and other boxes. I was born Muslim, printed on my ID, but to totally commit to people's claims in the religion is just not right thing to do. People are people. They made mistake, they tend to go wrong in a long run. The only thing you can do is to gain knowledge to resolve your box and to protect your loved ones from extremists.

Religion is a story of a faith. Faith is common in our heart, but to reach to that concept of faith, people created religion. No religion has to be solely right, none is wrong. All religions are telling the same thing in different ways. No matter how they claim about God, all of them have no proof. They tell hundred thousands of stories to prove their religion, but stories are stories. One religion might right for you, for people like you who belong to the same tradition, but it does not mean your religion can fit people at the other side of the earth. Right and wrong is clear. Human's civil law has evolved and is very good at classifying right from wrong. It is also scientifically clear that there is a creator who created this life with purpose, and it is humanely honest to claim that the creator is the God, does not matter his name, his appearance, because we all have no single idea about Him.

After all... We are all created by the same God. Live on the same Earth. Fueled by the same Sun. We scattered on earth, we wear different dresses, we eat different foods, we talk different languages and it is totally 'natural' that we subscribe to different religions.

Doesn't matter how different our dresses, our skin color, inside us we have same heart. We eat different foods, but our body take up the same nutrients. We talk different languages, but we are describing the same thing. It is normal that we subscribe to different religions, but are trying to reach the same Faith.

If you are moderates in thinking, you can understand me. For extremist, they will call me kafir. And why we, 90% of moderates on earth let those 10% extremist divide us into boxes and make us awkward to mix together?



5 ulasan:

  1. 35 years old. Kak tirana ingat 25 years old..hehehe

    BalasPadam
    Balasan
    1. 35 itu angka pusingan matahari, kalau ikut biological clock... baru 22... hehe

      Padam
  2. 35 years old. Kak tirana ingat 25 years old..hehehe

    BalasPadam
  3. selamat hari lahir En. Khairi. Dah 35, cepat sungguh. Hidup baik-baik di bumi ini, dan hidup baik-baik juga di sana nanti.

    BalasPadam
    Balasan
    1. insyaAllah... awak pun sama kay...

      Padam

LinkWithin

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...