Memaparkan catatan dengan label Agama. Papar semua catatan
Memaparkan catatan dengan label Agama. Papar semua catatan

Jumaat, 4 Mac 2016

36 year old me, time to be bold...

Lusa birthday saya. 6/3/2016. Genap 35 tahun.

Masa beli Proton Wira SE hitam tahun 2004 dulu, bila nak sign agreement tengok date terakhir installment tahun 2013 rasa macam jauh. 9 tahun. Angka 2013 buat rasa semacam dalam perut. Bila nak sign saya ragu-ragu boleh ke saya commit untuk bayar bulan2 500+ sampai tahun 2014.

Seperti wap air dalam nafas-nafas manusia, tahun-tahun 2005, 2007, 2010 ... 2015 meruwap pergi. Dosa pahala semua sapu. Wira pun dah saya jual. Absyar dah 7 tahun, Akif dah 2, saya pula dah 35, barangkali lagi 5 tahun untuk saya merayap di muka bumi Tuhan sebelum mati menyertai atuk, nenek, kawan dan mereka-mereka yang sudah berada di sana.

Hmm...

Kita tak tahu bila kita akan pergi. Tubuh ni Allah buat baik, robust dan sabar dengan benda-benda karut yang kita telan...  tapi dunia kat luar bukan benda yang kita boleh duga. Surprise can be good, can also be otherwise. Ramai juga kawan saya buat surprise di usia 40. So, saya nampak 40 ni sejenis isu yang realisitik. 45 maybe, 50 bonus.

Allahu akbar...

Banyak Tuhan dah bagi kat saya. Banyak peluang, banyak bagi chance walaupun berdosa tak ingat dunia. Bagi rezeki pada saya yang kalau ikutkan permerhatian saya sendiri, saya ni bukanlah kerja kuat sangat. Sistem pun slow, dan tak seorganize engineer-engineer Petronas atau TNB. Saya ni tahap biasa-biasa.

Di sana... ada lelaki yang kerja siang malam untuk cari sesuap nasi. Dia bukan tak pandai, malah orang sangat bijak. Kalau dia jadi engineer, confirm jauh lebih baik daripada saya. Tapi keluarga dia susah. Politik kampung dia teruk. Dia ambil upah toreh getah. Bila hujan dia ke kebun getah cari kulat sisir buat lauk makan. Ayam takde, ikan pun takde. Pikirkan adik-adik, dia lupakan sekolah. Dia lalu buat dua kerja. Siang menoreh malam menjahit tapi pendapatan dia still tak cukup untuk bantu mak ayah, apatah lagi untuk bantu diri sendiri... dia pandai tapi positioning dia dalam sistem agak tersasar, dan that is not his fault from the most beginning...

Kita ni tak tahu sejarah sebelum lahir kita. Zero. Kelahiran kita di situ di sini seperti random. 50% probability kita lahir sebagai bayi orang kaya, 50% juga kemungkinan kita lahir dalam keluarga miskin sebagai anak sulung. Bila awak berlima lahir dalam keluarga kaya, probability untuk ruh seterusnya untuk lahir dalam keluarga miskin sudah jadi 60%. Mungkin korang tak paham sebab muka korang sama macam muka mak so tak logik kalau korang lahir sebagai anak jiran yang miskin. No, I am not talking about moment after you already took shape. It is before that, way before that... The moment in time whence you exist as a pure spirit and waiting your turn to be whispered into a human embrio. It can be any womb.

Saya tak tahu korang paham ke tak tapi saya nak cakap setiap apa yang kita capai dalam hidup... samada segulung ijazah, karier bagus, gaji besar etc etc... bukan 100% usaha kita. There are hidden mechanism that put pattern into our life, mechanism that beyond our control like our own birth, our own spirit way before we were born.

Saya sejak kecik suka membaca, saya lalu rajin sikit membaca. Jadi nak jawab exam tak lah kekok sangat. Saya tak tahu. It is something inside that I just fulfilled. Mak suruh pi sekolah, saya pergi sekolah. Orang masuk U, saya ikut masuk U. Orang minta PTPTN, saya minta PTPTN. Dengar lecturer-lecturer duk bercakap sorang-sorang di depan. Lepas grad dapat ijazah, ikut member pergi cari kerja. Of course I made choices, but the choices were already tailored to me. I just ride the flow. Tak susah pun untuk grab opportunity bila ada di depan mata. Macam diberi soalan objektif A B C D yang semua betul. Bayangkan mereka yang diberi soalan subjektif. Yang tak ada pilihan, tapi ada garis dot dot kosong yang perlu diisi. Bayangkan mereka yang tidak ada peluang di depan mata, tak ada flow untuk mereka follow. Mereka terpaksa fikir, menangis, kerah otak, kerah keringat untuk make up some living... mereka yang hidup tanpa peluang...

Macam kakak... yang drop education sebab parents tak mampu nak support yuran. Dia bijak tapi peluang tak muncul untuk dia. Macam ayah saya yang bongsu yang terlalu dimanjakan lalu jadi terlalu fragile dalam sistem sosial yang kompleks untuk dia take up.

Hmm...

Semua berlaku naturally. Di sekeliling kita, semua berlaku naturally. Se'awkward' mana pun seorang lelaki di tepi jalan, kita nampak semasa drive balik kerja, memang natural untuk seorang lelaki pelik wujud dalam jutaan populasi KL. It is bell curve, we are distributed naturally along its curve. Sama seperti result SPM...

Banyak Tuhan bagi dekat manusia, dekat saya. Kalau saya nak kira value sistem alam semesta memang tak terkira. Priceless. We are too small and too weak to give back to God some return. Quran juga kata Dia taknak apa-apa pun dari manusia, manusia buat baik kesannya untuk manusia sendiri, manusia buat jahat, kesannya juga kena kat manusia sendiri. Tuhan kat atas sana self-sustain, unaffected by what we do personally or in mass.

Bila Tuhan beri peluang kehidupan yang cukup bermakna sebegini, kita sepatutnya jadi berhati-hati untuk bercakap bagi pihak Dia, atau nak claim something tentang Dia. I would not say about Him things that I do not know. Saya belajar agama, of course, tapi sesetengahnya tak dapat saya buktikan untuk saya apply pelajaran saya itu ke atas orang lain. It's just against my nature.

Guys...

We live in a box. Beyond that box is false because we are 'conditioned' to think our box is the only acceptable truth. I am an engineer and I am falling in love with how the creations made me think of Him up there, regardless my box and other boxes. I was born Muslim, printed on my ID, but to totally commit to people's claims in the religion is just not right thing to do. People are people. They made mistake, they tend to go wrong in a long run. The only thing you can do is to gain knowledge to resolve your box and to protect your loved ones from extremists.

Religion is a story of a faith. Faith is common in our heart, but to reach to that concept of faith, people created religion. No religion has to be solely right, none is wrong. All religions are telling the same thing in different ways. No matter how they claim about God, all of them have no proof. They tell hundred thousands of stories to prove their religion, but stories are stories. One religion might right for you, for people like you who belong to the same tradition, but it does not mean your religion can fit people at the other side of the earth. Right and wrong is clear. Human's civil law has evolved and is very good at classifying right from wrong. It is also scientifically clear that there is a creator who created this life with purpose, and it is humanely honest to claim that the creator is the God, does not matter his name, his appearance, because we all have no single idea about Him.

After all... We are all created by the same God. Live on the same Earth. Fueled by the same Sun. We scattered on earth, we wear different dresses, we eat different foods, we talk different languages and it is totally 'natural' that we subscribe to different religions.

Doesn't matter how different our dresses, our skin color, inside us we have same heart. We eat different foods, but our body take up the same nutrients. We talk different languages, but we are describing the same thing. It is normal that we subscribe to different religions, but are trying to reach the same Faith.

If you are moderates in thinking, you can understand me. For extremist, they will call me kafir. And why we, 90% of moderates on earth let those 10% extremist divide us into boxes and make us awkward to mix together?


Selasa, 1 Disember 2015

Arab Saudi pada perspektif Jean Sasson dan Leopold Weiss

Berada di Saudi saya membaca sejarah Saudi. Mungkin apa yang telah saya baca dan bakal tulis tidaklah tepat sebagaimana yang telah berlaku. Sejarah boleh jadi ditulis penipu. Tapi kesempatan membaca pengalaman peribadi Jean Sasson dan Leopold Weiss yang bergaul direct dengan orang-orang penting di Saudi buat saya rasa teruja.

Bangsa arab bangsa 'terpilih', di mana tradisi mereka dipelajari seluruh dunia, yang kadang-kadang terlalu bias dan superstitious. Selain No God but God, dua buku biografi Jean dan Leopold muncul memberi sejenis reasoning, mengapa karakter bangsa Arab begini, begitu dan kenapa mereka tak mampu guna benda paling basic dalam dunia - roundabout.


Saya selalu berkata kita manusia seperti elektron yang bersifat khunsa, atau dualiti. Elektron ni pondan, sekejap dia bersifat waveform (energy), sekejap dia bersifat partikel (mass). Apabila kita fokus pada sebiji elektron, kita akan melihat satu perincian sebuah partikel, tetapi elektron apabila berkumpulan dalam satu beam, yang apabila ditembak melalui satu bukaan kecil, dia akan membentuk interference seperti gelombang yang tak patut berlaku jika mereka sebenarnya sekumpulan partikel.



Manusia, as a person, mempunyai freewill. Dia bebas fikir apa saja, berkehendak apa saja. Setiap manusia diskrit, mempunyai kapasiti sendiri. Tetapi manusia apabila berkelompok, mereka akan membentuk demographic, tiada lagi freewill. Kelompok manusia kita boleh kelas-kelaskan, manakala behavior mereka mempunyai pattern. Kita boleh bersendiri as a person, tapi dalam sistem sosial kita semua interconnected. Sikap kita dibentuk keluarga, sejarah, tradisi, kaum dan setiap kita menjadi satu knot dalam satu fabrik sosial yang infiniti pada ruang dan masa.

Kita punya behavior, mentaliti dan nasib adalah sebuah produk geografi. Lain padang lain belalang, katanya pepatah Melayu. Lain negara lain orang. Ya, kita ada free will, you can be whatever you want, tapi bak kata orang Melayu lagi... cakap senang la, buat tengok...

To walk the talk, we need to act upon choices that coming from outside of our control. The environment. it is either you beat the mass, or the mass beat you. That will finally shape your mentality. Without one of your friends, your pattern of life probably will be different. If you elder sister did not drop school, might be you will. Without one particular person in Syria in year let say 1875, your probability of having some life experience will be altered even at 0.000001%, or maybe 0.004% if that Syrian guy happened to be Steve Jobs grand grand grandpa. If prokaryotes was not made exist by the Designer some 4 billion years ago, we are at 99.99999% of probability that we will not exist today.

Karakter orang Arab dibentuk oleh sebuah jejak sejarah yang boleh kita kaji melalui sains anthropology, paleontology dan archaeology. Tradisi mereka bukanlah sedewa yang kita sangka. Pendewaan itu ternyata lahir dari catitan-catitan manusia yang tidak sempurna kerana manusia sentiasa diuji dengan dualitinya - personal gain vs cumulative gain - yang boleh buat dia jadi terlalu kretif dan berisiko.

Jika anda membaca Princess tulisan Jean Sasson, anda akan mengkeji perangai orang Arab pada setiap peringkat usia. Sebaliknya, jika anda membaca tulisan Leopold Weiss, yang merupakan seorang Yahudi pada ketika ceritanya berlaku, anda akan memeluk cium orang Saudi seadanya mereka. Tak perlu bingung sebab seorang fokus di kepala, seorang lagi fokus di duburnya gajah. Kita yang membaca kisah di kepala dan di dubur justeru, mampu membuat pemerhatian yang lebih tepat, lebih tuntas berbanding orang-orang terdahulu yang kecil ruang fokus kerana terhad pada teknologi. Jika Jean Sasson dan Leopold Weiss mampu berinteraksi di Facebook, buku mereka pasti bunyinya akan jadi berbeza.

Jean Sasson bercerita di istana. Kisah seorang puteri kepada King Abdullah, putera kepada King Abdul Aziz bin Abdul Rahman Al Saudi, yang hidup dalam arus yang tak mampu dia lawan walaupun dia seorang puteri diraja. Selepas keluarga Saud rapat dengan Muhammad Ibnu Wahhab, mereka terpengaruh dengan pendekatan 'aggresif' Wahhabiy untuk mengawal-selia perilaku-perilaku kurafat di tempat-tempat tertentu di sekitar kota suci Mekah, lalu 'keaggresifan' ini tanpa disedari menular ke dalam topik kehidupan yang lain-lain. Paling kronik apabila King Faisal dibunuh anak saudaranya sendiri dalam tragedi pemprotesan sang Raja membenarkan sebuah stesen televisyen pertama dibuka di Saudi. TV tu dah cukup haram, nak buka bapak segala TV? A.k.a stesen TV? Seluruh institusi diraja bergegar dengan kebiadapan gambar bergerak ciptaan barat ini.

Keruntuhan fungsi ilmu dan kecenderungan gender yang teruk dalam institusi keluarga dan sosial orang arab memberikan Puteri Sultana, yang berfikiran moden dan terbuka seperti bapa saudaranya, King Faisal, satu kehidupan yang tough. Freewill Sultana dipenjara, tiada wave form, hanya partikel-partikel yang suram. Dunia warna-warni yang diberikan Pencipta lalu jadi kelabu di sebalik burqanya, jadi pelik dan cacat dikongkong undang-undang agama yang telah bermutasi menjadi undang-undang toghut.

Leopold Weiss, atau nama Islamnya Muhammad Asad, pula ceritanya berbeza. Dia bercerita tentang kehidupan orang badwi di gurun antara Yaman dan Najd, pada tahun 1930-an, 10 tahun sebelum 70% populasi Yahudi dibunuh Hitler, juga sebelum keluarga diraja al-Saud menjual minyak lagi. Dan Asad ditakdirkan Tuhan bersahabat baik dengan King Abdul Aziz itu sendiri, makan bersama, bergelak ketawa bersama dan apabila membaca susunan hurufnya menceritakan kehebatan peribadi Abdul Aziz, kita akan terpesona. Sudah tentu. Kerja menyatukan kabilah-kabilah Arab di setiap daerah di lapangan gurun yang luas, berhubung pula melalui perkelanaan orang-orang badwi yang nomad physically dan mentally (sejenis lalang... kejap sokong Rashid, kejap sokong Saud), seorang Prince yang mampu melakukan hal ini pasti seorang yang sangat-sangat hebat. Dia, Abdul Aziz Ibnu Saud, bersama-sama 40 orang perwira terdekatnya, pergi ke Riyadh pada satu malam dan menakluk istana tu malam tu juga, membunuh sang Khalifah, sebelum mengiytihar diri sendiri sebagai raja pada pagi besoknya.

Bekerja sebagai jusnalis, Asad mengembara dari Damascus ke Mesir, dari Austria ke Palestine sambil mencatit peristiwa untuk tugasannya dan membanding-bandingkan tradisi Europe dan Arab sepanjang kariernya. Timeline bukunya adalah ketika dia mengembara di padang pasir dari Qasr Athaymin menuju ke Teyma, sebelum menukar haluan ke Mekkah menaiki unta berbonggol satu, ditemani Zayd, temannya yang badwi. Sebelum sampai Mekkah, dia singgah di Hail berjumpa datuk kepada Princess Sultana, Abdul Aziz Al Saud. Dia lalu bercerita kehebatan peribadi Abdul Aziz satu persatu....

Sepanjang perjalanan atas unta, dia turut membuat flashback tentang perjalanan karier dan spiritualnya yang telah menukar persepsinya tentang agama Yahudi dan Islam. Malah Islam yang disampaikan Muhammad Asad bukan seperti diamalkan Jakim atau orang Melayu. Jauh. Bahkan, kalau dia jumpa Islam versi Melayu, confirm dia tak mahu peluk Islam. Apatah kalau dia jumpa Islam versi Wahhabiy. Asad bertemu Islam sebenar, sebuah fitrah suci yang hidup dalam hati-hati para badwi di padang pasir. Apabila Asad bermadah tentang kehidupan padang pasir dan sifat-sifat orang badwi yang empatik, dia sebenarnya bercerita tentang segolongan manusia yang naif, yang fitrah mereka intact, yang sebenarnya orang Islam yang original, sisa-sisa masyarakat 'kelas pertama' tinggalan Rasulullah SAW. Asad bercerita tentang sejenis mentaliti yang pernah berada dalam satu equilibrium tamadun lama. Tamadun yang hebat. Empatik mereka cukup seni. Mereka pintar tapi tak rushing dengan pembaharuan yang exponential. Mereka tidak terburu untuk habiskan resource bumi, tapi simpan untuk generasi kemudian yang masih ramai. Biar progress manusia jadi linear, bukan exponential. 

Jean Sasson pula bercerita tentang mereka yang sudah corrupted. Manusia yang berpegang pada equilibrium lama yang telah digoncang oleh sistem sosial barat. Goncangan ini pula serta-merta. Too fast. Merebak seperti virus. Mentaliti padang pasir lalu berkocak dan struggle untuk adapt dan cari keseimbangan baru. Duit terlalu banyak, teknologi terlalu kompleks. Tak sempat belajar versi 1, versi 10 dah keluar. Kekayaan terlalu sedap, tetapi methodology lama pula wajib dipegang. Berubah ke neraka, tak berubah jadi pelik. Common sense mereka lalu ke laut. Sistem demokrasi, sistem roundabout, sistem queue, sistem sivik... semuanya tak applicable di Saudi. 

The most important thing is... what can we learn from this?

Ada banyak kisah-kisah dalam Quran diceritakan bertujuan memberi pelajaran. Quran juga banyak kali beri saranan untuk kita menjelajah geografi bumi mempelajari ekosistem ciptaan Allah. Belajar bagaimana burung defeat gravity, unta defeat sahara, kuda defeat bisa patukan ular... dan banyak lagi, yang mana dari ilmu 'sunatullah' ini tamadun barat dibina. Dan zaman sekarang, kita boleh merayapi bumi melalui channel nat geo animal, nat geo people, discovery channel, melalui google map, melalui dokumentari selanggaraan mat saleh yang kebanyakan agnostik dan atheist yang repot mereka based on fact and figure tak bias mana-mana theology. Teknologi membuka peluang untuk minda kita berfikir dan berijtihad - memperbetul dan menambah-baik idea-idea dari tiga kurun yang lepas. 

Bacalah apa yang ditulis Muhammad Asad di sini. InsyaAllah banyak nilai ruhani yang boleh kita ceduk dari fikiran beliau.


Rabu, 11 November 2015

Islam dan Akal

Waktu malam keluar ke beranda, dongak dan lihatlah siling malam dihiasi lampu bertebaran. Cantik. Setiap bintang, planet dan bulan, masing-masing beredar di orbit masing-masing, nampak berselirat tetapi sebenarnya disusun baik dengan kadar tertentu.
Sesungguhnya, segala yang dijanjikan kepada kamu (akhirat) tetap benar. Dan bahawa sesungguhnya balasan amal akan berlaku. Demi langit yang mempunyai jalan-jalan yang berbagai bentuk keadaannya (orbit)... [51:5,6,7]
Allah bersumpah demi langit dan banyak lagi objek saintifik dalam ayat lain, jelas sekali mahu provoke rationality dan conscience manusia moden; bahawa betapa benda yang dahulu dianggap tahyul oleh masyarakat purba, sebenarnya bukan sebenarnya tahyul, bukan magic. Kosmologi kini mampu dijelaskan secara saintifik. Kita hanya perlukan masa untuk faham. Dan beyond cosmology, pastinya kita juga akan sampai pada satu masa, satu tempat, di mana kita berdiri menghadap satu situasi yang real bernama akhirat. With real feeling. Real smell. Satu tempat yang kita masih lagi belum boleh faham atau analyze, but... someday we will.

Bumi pula berbentuk hampir bulat sebab terhasil dari rotating movement semenjak masih bayi, berputar pula senget 23.4 darjah, mengelilingi matahari selama setahun, menghasilkan perincian geografi yang bervariasi. Selain iklim, flora dan fauna yang cukup indah, putaran ini penting untuk kiraan waktu yang tepat. Kehebatan ciptaan langit dan bumi ini bukan hanya pada mata yang memandang, tetapi ia lebih indah pada akal yang mahu berfikir.
And it is He who spread the earth and placed therein firmly set mountains and rivers; and from all of the fruits He made therein two mates; He causes the night to cover the day. Indeed in that are signs for those who think. [13:3]
Bumi mempunyai polariti, iaitu kutub utara dan kutub selatan. Bukan setakat untuk kompas, tetapi dua polariti ini memastikan bumi diselaputi aruhan medan magnetik yang menjadi perisai daripada ribut solar matahari. Penemuan terkini MAVEN oleh NASA, di Marikh, dua kutub magnet ini tidak ada di sana, menyebabkan atmosfera planet itu tidak dapat menampung lapisan gas atau udara apabila diserang ribut solar.
We have made the sky a protection ceiling and (yet) they turn aside from its signs. [21:32]
Banyak lagi ayat Quran yang boleh kita petik untuk menunjukkan betapa kemanisan iman adalah sejenis perasaan di 'hati' yang terhasil daripada analisa 'otak' yang credible yang jujur. Iman kepada Tuhan mestilah based on fact, bukan based on biased... or tradition of elders.

Kalau nampak seorang cuba jadi champion tajdid yang terlalu radikal logiknya, janganlah hukum akal secara umum. Sains bukan binari. Sains subjectif, setiap bacaan ada degree, ada ratio. Manusia pula ada kelemahan, jadi kelemahan ini yang buat conclusion dalam hal agama nampak tak applicable dan pelik. Budak yang guna otak secara salah janganlah kata pada dia, "hei jangan guna otak." It is not that we cannot use logical process in religion, but the point is to use it the right way.

Thomas Edison mencipta berpuluh ribu mentol salah sebelum dapat 1 yang betul. Bebaskan fikiran dalam meneliti kebesaran Pencipta tanpa bias, agar akhirnya dapat kita mengenali Tuhan yang betul.

Anehnya, orang Melayu kagumi Tuhan selalunya pada benda yang tak boleh difikir akal. Benda yang ajaib, atau sebenarnya karut seperti sejadah sujud, nama Allah di tembikai, atau air jampi. Benda-benda ini sejenis toghut, yang anehnya, kadang-kadang dipelopori mereka yang bergelar ustaz (contoh dalam link sejadah sujud). Tak semua ustaz, tetapi sesetengah. Iaitu yang terlalu extreme. Mereka suka mengkafirkan orang yang menolak benda tak logik dalam agama. Walaupun yang orang itu pertikai bukan item dalam rukun iman pun. Ini sombong. Biji-biji sombong ada dalam perut neraka tempat dia.

Perlu ditanam dalam aqidah kita sebagai ummat Nabi Muhammad bahawa Tuhan menciptakan alam ini berdasarkan satu sistem, bukan secara magik. Sistem ini dibina dua parameter, qada - constants dan qadar - variables (ratio between two constants within a function). Dalam e=mc^2, c is a constant, 2 is a constant, while e/m is a ratio of how much energy for a body with mass 'm' needed to reach the speed of light. Setiap aplikasi fizik ada equation yang mengandungi constant (qada) dan variable (qadar), bernoulli, hukum gas, fluid mechanics, etc etc yang kita jumpa dalam applied physics.
Sesungguhnya Kami menciptakan setiap sesuatu menurut Qadar (yang telah ditentukan) [54:49
Qada dan Qadar ini juga dah lama jadi guidelines kepada evolusi kosmik dan evolusi biologi yang hanya kita tahu apabila kita kaji. Sorry, bukan kita tapi NASA. Evolusi kosmik menghasilkan bumi dan unsur-unsurnya. Manakala evolusi biologi menghasilkan manusia dan 'unsur-unsur' kepalanya. Semua ini dalam pengetahun Pencipta. Natural selection. Darwin kata kepelbagaian spesis adalah kerana natural selection yang berlaku secara rawak. Natural selection bukan rawak tetapi teramat spesifik. It has pattern, but it is a highly intelligence pattern that is too complex for us to understand thus it appear to us as a random blurry correlation. The whole creation has pattern, we know. But up to some extent the pattern is very complex thus looks like random. Sebuah gelas yang pecah ada pattern, tapi kita nampak ia random, berterabur, sebab the prediction is not within our brain capability. Past and future, ada pattern. Future is nothing but predestined; but it is too complex and too much probabilities for our computing device to calculate. Smart brain can guess the probability of tomorrow but never go near to 100%... as 100% is God's exclusive.
Tidak ada sesuatu kesusahan yang menimpa bumi, dan yang menimpa diri kamu sendiri, melainkan telah sedia ada di dalam Kitab (Luh Mahfuz) sebelum Kami menjadikannya; sesungguhnya mengadakan yang demikian itu adalah mudah bagi Allah. [57:22]
[This is] the established way of Allah (sunnatullah) with those who passed on before; and you will not find in the way of Allah any change. People ask you concerning the Hour. Say," Knowledge of it is only with Allah . And what may make you perceive? Perhaps the Hour is near." [33:62,63]
Sunnatullah ialah hukum-hukum alam yang bertindak-balas dalam menjadikan alam ini berada dalam keseimbangan. Graviti anti-graviti. Matter anti-matter. Bad-good. Angel-evil. Material atau spiritual... semua ada ratio. Dan hukum-hukum alam ini tak pernah berubah semenjak dahulu sampai sekarang, sampailah ke hari kiamat. Even kejadian kiamat dalam ayat-ayat Makkiah pun diterangkan tepat dengan hukum fizik.

Apabila kita faham bahawa alam ini dijadikan secara sedar dan tersusun. Kita justeru faham bahawa alam ini direkacipta, bukan diletup, berterabur dan bertangkup sendiri-sendiri secara rawak. Secara LOGIK, alam ini punya objektif. Kejadian manusia juga bukan secara rawak. Punya objektif. Maka secara LOGIK, kejadian manusia juga ada objektif. Alam dan manusia tak boleh dipisahkan kerana sia-sialah kehebatan alam ini jika akhirnya mati begitu sahaja tanpa dapat dihargai oleh makhluk yang mampu memahaminya.

So, every single thing must have been precisely calculated, precisely designed. And, o my people, every single thing that Allah created, obviously, is only for us, human. For without human, everything will become meaningless.

Terus, apakah objektif penciptaan manusia? What is our purpose of life?
Dan tidaklah dijadikan jin dan manusia kecuali untuk menyembahKu (patuh pada aturan yang telah ditetapkan) [51:56]
Kenapa kita mesti 'beribadah' kepada Allah? Ibadah di sini bukan hanya solat puasa. Tapi seluruh gerak kerja kita. Jika gerak kerja kita demi Allah, maka ia jadi ibadah. Jika gerak kerja kita demi nafsu, maka sia-sia atau mungkin bisa rosak. Jadi... Apa erti gerak kerja demi Allah?

Sebelum manusia pertama dilahirkan di bumi, Allah dah declare depan malaikat bahawa spesis ini akan menjadi khalifahNya di bumi. Khalifah. Objektif kita adalah untuk menjadi seorang khalifah yang efficient dan komited. Setiap usaha, ritual, gerak kerja kita dalam menjadi khalifah, juga dalam mentadbir bumi dan resource-resourcenya, adalah ibadah.
Dan (ingatlah) ketika Tuhanmu berfirman kepada Malaikat; "Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di bumi.... [2:30] ..."
Ibadah kita adalah dengan menjadi khalifah. Leaders. The managers of the great Earth. Yang dijadikan Allah unik, cemerlang pada bidang tertentu lalu berkolaborasi sebagai satu delegasi untuk menguruskan bumi secara bersama. Supaya planet ini menjadi lapangan permainan mengumpul harta dan beranak-pinak yang kondusif dan adil untuk semua. Itu sebenarnya ibadah yang ultimate. Kerja kamu, selain untuk menyara keluarga, adalah ibadah kamu yang paling utama.

Contribution to the civilization. 

Solat, puasa, haji, zakat, adalah ibadah 'personal' yang bersifat 'self-helps' yang bukan bersifat 'objektif'. Allah jadikan kita bukan untuk solat. Tapi Allah wajibkan solat untuk spiritual check, untuk pertajamkan keperibadian dalam melawan nature jasad yang kompulsif. Agar kita menjadi khalifah yang effective.

Jasad kita produk evolusi. Evolusi adalah proses pemajuan spesis dalam proses perlahan dan berperingkat-peringkat. Untuk survive dalam persekitaran, induk subconsciously mutate DNA dia dan akan reproduce new breed of offspring. Pendek kata, spesis dipaksa untuk evolve agar dia dapat 'survive' dan 'reproduce'. Lalu animalia kingdom semakin lama semakin maju. Sehingga kemuncaknya, lahirnya makhluk paling maju iaitu manusia.

Mengapa kamu tidak menghargai kebesaran Allah? Padahal sesungguhnya Dia telah menciptakan kamu dengan kejadian yang berperingkat-peringkat. [71:14,15]
Sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia dalam bentuk paling baik [95:4]
Eventually, evolution has printed two languages in our physiology - survival and reproduction. Lalu setiap kali melihat makanan dan perempuan, jasad ini akan mengeluarkan arahan untuk kita memenuhi hasratnya untuk 'survive' dan 'reproduce'. Justeru, tugas solat dan puasa adalah untuk memperdamaikan ruh dan jasad. Force it to pray, to meditate in silence. Force it to fast. Ini ritual untuk memberitahu jasad, "I am master, you are my slave..." "I lead, you follow... not otherwise." Primate awal bersifat binatang - 'survive & reproduce'. Tapi, saya bukan lagi 'binatang'. Saya bukan binatang yang mana ketika Allah perkenalkan induk pertama saya kepada malaikat, malaikat yang baik-baik itu pun skeptical...
"Adakah Engkau (Ya Tuhan kami) hendak menjadikan di bumi itu makhluk yang akan membuat bencana dan menumpahkan darah (berbunuh-bunuhan)?.... [2:30]..."
No. Saya adalah ruh manusia yang diutuskan Pencipta untuk uruskan bumi. Semua decision saya untuk kebaikan bersama, bukan sendiri. Sembelihan saya malah punyai sistem untuk minimumkan stress binatang sembelihan. Semua ada sistem. Lalu saya perlu guna kapasiti saya. Seribu Quran diberikan pada saya pun, takkan berguna kalau otak saya tidak mempunyai reasoning capacity yang cukup untuk memahami ayat-ayat Pencipta. Kalau saya peluk 5 agama sekaligus pun takkan berguna kalau karakter saya salah di peringkat asas. Reasoning is first and foremost. From reasoning comes imaan. 

“Dan Sesungguhnya kami jadikan untuk (isi neraka Jahannam) kebanyakan dari jin dan manusia, mereka mempunyai hati, tetapi tidak dipergunakannya untuk memahami (ayat-ayat Allah) dan mereka mempunyai mata (tetapi) tidak dipergunakannya untuk melihat (tanda-tanda kekuasaan Allah), dan mereka mempunyai telinga (tetapi) tidak dipergunakannya untuk mendengar (ayat-ayat Allah). mereka itu sebagai binatang ternak, bahkan mereka lebih sesat lagi. mereka Itulah orang-orang yang lalai”. (Al-A’raf: 179)

Maksud lain bagi khalifah ialah 'pengganti'. Khalifah asal dari perkataan khalfa, iaitu belakang. Bila orang pertama pergi, pengganti dia adalah orang belakang dia. Boleh diistilah sebagai representative (wakil) atau delegasi.

Allah ciptakan langit dan bumi dengan satu sistem qadar. Selepas siap langit, matahari, bulan, bumi dan primates, Allah jadikan manusia untuk manage bumi. Apa logik kita manage bumi ikut sunnah lain? Apa logik kita manage bumi ikut cerita falsafah nenek moyang yang walaupun 'keramat' tetapi masih lemah pemerhatian mereka akan sunnah alam? Siapa yang sekarang ini lead kuasa di bumi? Yang ikut tradisi nenek moyang kah, atau yang strictly kaji sunnah Allah based on facts?

Bila kita menjadi delegasi Malaysia ke PBB, contohnya, kita akan bawa bersama kita perlembagaan Malaysia. Kita wakil Allah di bumi, satu-satunya hukum yang perlu kita patuhi adalah sunnah Allah, dan hanya sunnah Allah. Bukan sunnah toghut. Sunnah toghut adalah ikat gelang mancis untuk sembuhkan demam. Itu toghut. Sunnah Allah pula, untuk sembuhkan demam makan penicillin dan check secara biologikal apa yang menyebabkan temperature naik, is it viral, is it bacterial. From there kita cari ubat dia dalam sistem Allah, penicillin ke, drugs ke, operation ke. That's how sunnah Allah works, bukan baca ayat-ayat di atas hembus ke air.

Kita berfikir betul-betul untuk pilih isteri, pilih universiti... takkan dalam hal hidup-mati, hal agama yang bakal mencorakkan sosial anak-anak kita nanti, kita main ikut orang? Kita hormat ulama-ulama terdahulu, yang telah mencuba yang terbaik untuk memimpin generasi mereka. Tapi hormat itu tak bermakna kita kena follow mereka membuta-tuli. Even Imam Syafie pun larang orang follow dia membuta-tuli. Maka dalam ijtihad kontemporer, jika kita terpaksa menolak pendapat para imam, bukan bermakna kita perkecil ilmu mereka dan tuduh mereka sesat. Tidak. Manusia punya kelemahan. Itu sunnah Allah yang menjadikan manusia.

Kita sekarang perlukan tajdid. Time moves. Space expands. So does our spiritual dimension.

It is not the same anymore.

Sabtu, 24 Oktober 2015

Facebook, Twitter dan Blogger

Semenjak aktiviti online mula bertumpu di FB dan twitter, blogspot semakin dipinggirkan. Bukan dipinggir terus, tetapi jadi jarang saja.

Semua benda yang ditulis sekali lalu, even tanpa menggunakan backspace, tidak lagi sesuai untuk dijadikan posting blog. Semua itu kini berlaku di FB.

Blog lalu menjadi kanvas yang lebih official, yang lebih kredibel untuk rujukan pada masa akan datang. Fakta dan rumusan lantas jadi serius, dan penulisan lalu jadi kaku.

Golongan 80-an, yg meliar di akhir 90-an, dan mengenal komputer sewaktu perubahan millenium mengenali benda online secara secret. Saya dan rakan2 dulu ramai anonymous di internet. tak kira di mirc, forum atau malah friendster, mereka dan saya mempunyai id yang lain. id maya dan id fizikal tak match.

Bila pertama kali mengenali FB, sosial di internet jadi lain. saya jadi kekok sebab sudah tidak boleh meliar dengan identiti anonymos dahulu. Mak, adik, bos, member semua bercampuran di facebook sama macam di supermarket. It is no longer the same.

And then, saya mula mengenali watak2 online satu persatu, ada yang unexpected, ada yang sebaliknya melalui get together ahli forum dan bloggers. Substance online kini lebih kredibel dan boleh bawa anda masuk jel.

Apabila menulis tentang agama, saya lalu jadi lebih hati-hati dalam meluahkan rasa. Lalu blog post saya tentang agama akan ditulis hanya apabila study saya lengkap. Sesi berkongsi tentang buku yang saya baca pun agak terhad sebab buku2 saya semakin lama semakin menjauhi norm yang kita pelajari di kelas agama di sekolah. subjek yang sensitif untuk pembaca umum tak elok dibahaskan secara terbuka. Ini hikmah yg nabi ajar, agar kita tidak dihinggapi tagging-tagging seperti syiah, wahabi, sekular dan sebagainya.

kadang2 kita berfikir untuk buat sesuatu untuk merubah 'mental' bangsa kita. paling malas adalah tulis blog, atau menulis bantahan terhadap sebarang post yang menjatuhkan maruah agama di FB. Itu paling malas. Masalah bila membuat usaha paling malas ini ialah diri sendiri tu malas ada hati nak nasihat orang. itu sejenis masalah sebenarnya.

manusia spesis macam saya ramai. spesis yg grad dari sekolah agama, yang mempunyai basic agama yang paling asas yang apabila melihat golongan yang mahu beragama tapi 'salah paham' tentang perkara paling basic, spesis kami jadi malas nak memantapkan diri untuk berhadapan dengan mereka. kadang rasa buang masa, sibuk kerja, dan selalunya sebab rasa malas. Nak kena study, nak kena baca buku, nak kena tulis bla bla bla...

apabila meminggirkan diri dari membahas perkara-perkara asas dalam agama, akhirnya, diri sendiri yang hilang rujukan. Memory loss. hal agama bila nak bercakap dengan kawan takleh main rasa-rasa dia akan reject even sebelum dia dengar. Kalau dia nak dengar jugak pendapat 'rasa-rasa' saya, saya akan bagi keywords untuk dia cari dalam kitab hadith atau kitab Arab. Itu je yg saya mampu. Dan hati akan jadi pedih sebab tak mampu nak pertahan memori yang telah saya kumpul selama ini. Gagal buat notes, gagal untuk stay sharp.

Melihat pattern mentaliti keagamaan Melayu di facebook saya jadi risau. Apa lah nasib anak2 saya nanti, bagaimanakah dunia mereka. Kita diberi peluang hidup hanya sekali. Saya kadang jelous tengok masyarakat di US, di Europe yang majoriti mereka hidup dengan harmoni, bijak, empatic, dan mereka enjoy diorang punya kreativiti, they create things, they explore things, dalam pada masa yang sama mereka patuh pada rules, civil rules atau emphatic rules.

Lihat dunia middle east, jahiliyyah sedang memakan kaum muslim. Keruntuhan ini bukan sebab Islam salah, tapi hukum antropology manusia memang macam tu. Kita fikir kita ni ada free will, tapi arwah Stephen R Covey barangkali sekarang ini dah sedar yang manusia tiada free will. Kalau ada pun tidak banyak. Kita ni makhluk bumi yang tetap tertakluk pada qadar, pada qada. Lain bentuk muka bumi, lain lah perangai manusia and nothing we can do about it. Allah rules. Middle east, dengan minyaknya, sejarahnya dan manusianya, apabila kita buat analisa, kita tahu someday mereka memang akan jadi macam ni. Berpecah kepada beberapa negara yang jumud, juga kepada negara-negara yang moderate macam Turki. Dubai, Qatar, Bahrain... negara ini liberal macam Turki. Saudi, Egypt, Iraq... rigid dengan toghut masing-masing. Nothing we can do, nothing we can change, time will tell us what will happen to them when world power is not balanced.

Itu high level view. Turun ke dalam sosial masyarakat, saya jadi kesian dengan orang Saudi. Tiada entertainment, tak ada common sense dan tak ada life, sebab mereka sejenis manusia yang follow tradisi. People who follow tradition of elders. Mereka juga tak ada kecenderungan untuk bersaing dengan pemikir US, Jepun, Korea, Jerman atau siapa saja, sebab mereka ada minyak dan orang di sekeliling mereka sukakan minyak, so they get these people to work for them for oil. Saudi did not choose to be like Saudis today, it is the way nature works. Allah made earth such a way that human on it will vary in their language, mental, tradition, as well as their future.

That make us Malay with our own tradition, our own identity. Why the hell Malays wear Saudi's clothes on routine basis? Arab celup? Think for a second. The climate is different, the environment is different, the social is totally different, and those are the points to concern when you choose your attire. If the prophet was born in Iceland will you wear snow jacket as routine? No, right?

["Engkau pun cakap omputeh, broken pulak tu..."]

Shut up. Ehem...

Kita harus menjadi lebih liberal dalam berfikir, bawa semua ke makmal untuk 'acid test'. Apa saja, termasuk Quran sendiri kerana Quran itu dokongannya ilmu, bukan sebab manusia kata dia special maka kita terima dia spesial. Tidak. Kita mesti pimpin masa depan bangsa kita. Berdasarkan perkara yang kita ada di tangan - ilmu, data dan statistic. Ilmu, data dan statistik ini semua ciptaannya Tuhan. Kita ada satu set masalah yang berbeza, maka sangat jelas mengapa Quran memberikan kita fleksibiliti untuk mencipta satu set penyelesaian yang berbeza. Apabila penyelesaian kita tersangkak di zaman Imam Shafie, justeru kita lihat bangsa kita gagal pada banyak lapangan.

[We have to be more liberal. We have to take charge of our future. We have to lead with what we have in hand - our knowledge, data and stats. This is all from the almighty God. We now have different set of problem, thus it is obvious why Quran gives us flexibility for us to create different set of solution. When our solution stuck in the Era of Imam Shafie, then obviously we failed in so many area.]

For the people before us who tried their best to teach their people with sound thoughts, speeches, and solutions, we must respect them. All the imams, the raawi, the sirah tellers, all of them, we must give them highest respect. One type of respect is to solve errors that were beyond their control, unseen at their time due to limit of technology.

Dan cycle itu pun bermula, iaitu semalas-malas usaha untuk selesaikan 'error' dalam agama - facebook. oh, God, I am lame.


Selasa, 31 Mac 2015

Filem Interstellar mencetus pencarian Holographic Universe

Pada suatu malam selepas semua tidur dan GST (Gomo Sebelum Tido), saya sempat menonton sebuah filem orang putih iaitu Interstellar. Filem saintifik ini sudah lama keluar tapi saya busy tak sempat nak tengok benda-benda lagha. Saya pun download dari Piratebeach.

Filem ni power sebenarnya. Idea dia setaraf The Matrix. Sudah lama saya tidak sentuh bahan bertajuk gelombang, quantum, dan lubang hitam (black holes) menyebabkan otak agak lembam kebelakangan ini. Jadi agak rugi menonton filem Christoper Nolan ni tanpa info-info yang kemas dalam kepala. Bila disebut tentang entanglement, quarks, spin.... definisi yang keluar dalam kepala agak kabur.

Okey...

Dua hari selepas menonton Interstellar, saya keluar shopping baju anak-anak di Jeddah. Ribut pasir yang melanda sekali sekala menyebabkan kami berlari dari kereta masuk ke pintu pasaraya. Saya sapu pasir penuh gaya sebelum masuk Bookstore Jarir yang besar dan angkuh. Kami nak cari buku Absyar agar dia belajar. Sambil melirik makwe-makwe Arab di celah-celah rak, saya terjumpa buku The Holographic Universe tulisan Micheal Talbot. Ditulis pada 1991, republished pada 2011. Bermakna isi dia masih relevan selepas 20 tahun, atau 19 tahun selepas dia meninggal (1992).

Membelek secara ringkas, nampak Talbot terangkan lubang hitam sama macam dalam filem Interstellar. Ini tak boleh jadi. SR79 harga dia saya pejam mata, saya bedal. The best thing is... Talbot mencadang satu idea berbeza daripada Einstein punya relativity.

Nice one...

Sebagai orang Islam kita faham dunia ini fana. Semua sementara. Apabila kita mati di dunia,yang mati reput itu jasad kita sahaja. Kita dalam bentuk sebenar akan kembali ke tempat asal yang real, yang mungkin menjadi tempat yg kita impikan atau menjadi tempat yang tak seronok yang kemudian kita merayu nak hidup balik.

You know, berfikir tentang akhirat ni satu kerja yang tiada kesimpulan. No conclusion. Sehebat mana syurga, sesedap mana kehidupan di syurga selama-lamanya itu setara mana keseronokannya tak jumpa punca. Kita define seronok melalui pengalaman kita di dunia. Seronok tengok bola. Seronok main dengan anak. Dengan wife apatah lagi. Seronok melancong.

Di syurga, seronok yang bagaimana? Ok fine, bidadari syurga. Nak berkepit dengannya 24 jam selama-lamanya pun apa yang seronoknya? Betul kita beramal susah payah dapat bidadari. Lepas tu? Buat anak, cari rumah cari kerja dan bawa bidadari kita naik kapal terbang keluar melancong. See? Dah jadi macam bumi balik. Ni syurga ni syurga mana duk ada imigresen apatah lagi toilet. Tempat cantik, ada sungai madu, burung hijau... then? Di dunia kita seronok sebab hidup kita ada misi. Mission kita accomplish, kita seronok. Kita praktis, sakit, jatuh, sakit, gagal, sakit... kemudian suatu hari berjaya... seronok. Kita lihat benda kompetitif, kita seronok. Cuba suatu hari di syurga kita request nak tengok game El Classico. Bila nak ada game, mesti kena ada liga. Semua player mestilah yang sebenarnya kalau tak petik jari je Real terus menang 9 - 0 mana nak seronok. Tak thrill. Nak rasa thrill kena ada player, kena ada pasaran, kena ada stadium, kena ada system yang sama setupnya semasa di dunia masa hidup dulu. Then, baik start off another big bang, right?

Otak kita punya projection 100% based on kita punya memori. Keseronokan kita bersifat time-based. We have no single f 'ing idea how the after life world will be. No clue, nothing. It is not stuff for brain.

Sains adalah kajian manusia terhadap Laws of Creation - fizik, kimia, phsycology, maths, etc - menggunakan processor yang Allah bagi. Kalau dunia ini sebuah kod bar, otak adalah scanner dia. Tanpa otak, dunia ni sia-sia. Seperti buat hiway, kereta tak buat. Allah susun alam sebegini cantik pada masa yang sama Dia tetapkan evolusi penghasilan sistem akal maju yang kritis yang memang kerja haiwan pada peringkat ini ada sifat ingin tahu lalu suka explore benda-benda baru. Dunia ni tiada boundary, explore lah sejauh mana pun tak apa.

So ultimately... kita sedari otak kita diprogram secara spesifik untuk menganalisa barang fana - sains. Selagi berada di ruang lingkup Space-Time, ya, otak kita ada keupayaan untuk menganalisa, untuk mencipta/mengubahsuai, untuk bina teknologi, untuk terbang, tapi di luar Space-Time boundary, otak kita collapse. Tak payah nak bayangkan syurga, cuba duduk dan imagine macam mana sebuah kehidupan yang selama-lamanya tiada goal, tiada penamat... just going on and on and on, honestly, otak kita tak boleh nak proses. Dia keluar  #VALUE! atau #DIV/0 atau #ERROR. So Buddhist punya penyelesaian, dia assume yang kehidupan ini cyclic. Mati hidup, mati hidup, mati hidup, ok karma seterusnya jadi tikus sebab hidup cycle lepas perangai macam babi. Mereka guna akal. Jadi mereka struggle untuk kemam benda yang relevan bagi akal.

What should we, muslim, believe?

Saya tahu jawapan-jawapan tipikal ustaz tentang alam kubur, barzakh, mahsyar dan samada dua, syurga, neraka. It's okey. Dalam blog ni, selain dalil naqli, kita cuba untuk jujur, honest dan kita based everything on fact.

What is fact?

Ya, creation. Material alam dan fungsi-fungsinya adalah teks terindah utusan langsung dari The Architect. Apa saja yang kita nak decide, mesti berdasarkan fakta alam yang tak pernah berubah. Mathematic, Statistic, Probability, Fourier, Pressure, Emotion, Genetics, Mass Behavior, Personalities, etc. Ini fungsi-fungsi legit yang dicetak dalam ciptaan besi, silica, pulp, dan juga haiwan termasuk manusia. Fungi-fungsi ini otak kita boleh baca, masukkan dalam spreadsheet dan tabulate dalam graph untuk guide ke sebuah solution.

NASA has gone so far to prove water molecule exist beyond solar system. They claimed they've found it. Pada masa sama, NASA terus mendedahkan penemuan baharu sepanjang pencarian mereka sehingga kita menikmati teknologi yang ada pada hari ini. Pada masa sama, orientasi iman kita terhadap Pencipta turut diperkemas apabila kita dapat data-data baharu. 

Orang dahulu percaya bumi flat. Matahari tu Tuhan dan mereka percaya mengikat gigi beruang di leher mampu menyembuhkan sakit kanser. Kemudian manusia mulai sedar bumi itu sebenarnya bulat dan matahari itu sejenis bebola api yang bergentayangan mengelilingi bumi. Kemudian lagi kita sedari bahawa bumi taklah bulat sangat tapi lonjong sikit dan berputar pada paksi senget dan bumi yang sebenarnya mengelilingi matahari bukan sebaliknya. Dari semasa ke semasa, pengetahuan manusia semakin tajam dan power sehingga kita mampu kaji elektron, neutron, dan kita even mapping seluruh galaksi yang berada pada beratus juta tahun cahaya daripada bumi. Dan sekarang ini Stephen Hawking beritahu bahawa atom yang bermaksud indivisible bukanlah indivisible sangat. Atom terdiri dari nucleus dan elektron. Nucleus itu pula terdiri daripada neutron dan proton. Kemudian subatomic elemen ini sebenarnya dibina pula daripada partikel quarks dengan spin-spin tertentu, dan akhirnya quarks pula sebuah wave yang kosong. Nothing. Macam sebuah belon transparen yang kita pegang ada rasa belon tapi dilepas tak nampak belonnya. Butir pasir yang kita kisar di jari, dibuat dari satu elemen yang hanya berbentuk gelombang, tiada jisim, fatamorgana. Semua yang kita nampak hanyalah ilusi yang dibentuk oleh lego-lego atom yang atom itu sendiri sejenis wave - gelombang tenaga.

Then what is real?

"Akhirat adalah sebenar-benarnya kehidupan andainya kamu mengetahui..."

Apart from textual idea that we will go through judgement day, sirot, punishment, heaven - hell... let's us just sit and think.

What it takes to create a hell. Kalau manusia boleh buat Guantanamo Bay, takkan Tuhan tak mampu buat neraka? Selain matahari, ada sejenis bintang dwarf berwarna biru yang bersuhu 200,000 degC. Matahari baru 5,000 lebih. Benda ni proven ada. Setakat nak rendam manusia bangang dalam neraka tu takde masalah langsung bagi Dia.

So... Cuba fikir dan bagi reasoning untuk tindakan kita hari ini, dan fikir apakah reasoning tersebut akan diterima oleh orang yang affected dengan tindakan kita itu di mahkamah Hari Agama nanti. Setiap benda kita buat, ada reason. Saya boleh kata, Allah cipta dunia ni seimbang baik buruk dan untuk main-main sahaja. Apa sengketa atas dunia habis atas dunia sajalah. Well fine. Will you take that chance? Honestly, will you? Will you close your eyes and sign a 1 million contract against tendering process and later minta maaf dari rakyat Malaysia di mahsyar? Will you rape a child girl and said to yourself, it is okay, sikit saja, she will be fine. I will be fine. Can you?

Kalau sanggup, silakanlah.  Saya tak sanggup.

Dalam space-time continuum tiada realiti. Reality is out there. A real place where past and future can be accessed, whatever you did from day 1 to last day of your life, can be projected and attended. So, one level beyond textual confirmation, kita sebenarnya boleh reconfirm ajaran-ajaran dalam agama menggunakan saintifik arguments. Depends pada orang. Dalam kelas ada 50 orang murid diajar oleh cikgu sains yang sama, 20 faham, lagi 30 ke laut. Approach untuk setiap orang berbeza. Ada orang cukup dengan beriman dan follow tanpa membantah, ada juga yang rebel, gilakan kebenaran akal.

So bila bercakap tentang akhirat, saya tak mampu kata syurga begitu, neraka begini, siroot begitu, mahsyar begini. From textual, yakni teks-teks dari sejarah peradaban Islam, ya, saya boleh quote satu persatu, tetapi deep within my heart, saya tak mahu hanya bergantung pada catitan sejarah untuk hal sebesar ini. Mereka claim sesuatu dari Nabi even dari Tuhan, that is their call, ataupun generasi selepas mereka, atau tangan-tangan yang menulis tentang mereka. Kita ada beberapa sumber sirah tentang Nabi. Dan seramai muslim bergantung pada hadis-hadis dari Nabi dan mereka sangka mereka bergantung pada Nabi directly, (Weh ini hadis ni takkan ko nak bantah? Nabi cakap ni!) sebenarnya mereka bergantung pada sumber-sumber yang bercerita tentang Nabi, dan seribu lidah seribu telinga, seribu lidah seribu telinga dan suasana-suasana di antara keduanya, meluncuri zaman beratus-ratus tahun. Historically, endorsed by scholars in the field, it can be true. It can, as well, be not. Dan honestly, saya lelah. Lihatlah sekarang, kuasa di tangan siapa, projection tamadun Islam pula ke mana kalau tak ke laut.

Apabila berselisih, in doubt, kembalilah kepada sunnah Allah dan teks warisan Rasul. And yes, scientifically, according to sunnah of Allah, absolutely, if He can make this space-time continuum, basically He can make whatever He wants. Syurga, Neraka... just in one flash of light... poofff... done. Macam mana you nak describe alam kematian it is up to you. It's your time, your space, it's your life.

Bagi saya, kita diajar bahawa Nabi ada bercerita tentang syurga bahawa alam sana adalah something yang tak pernah kita lihat, dengar, rasa... even tak pernah terlintas di hati pun. Meaning the reality is not something that our brain can chew. Our brain is a specific scanner only for this hologram world. So, kalau kita pening nak cuba imagine bidadari, abadan-abada (selama-lamanya), then we are on the right path. Memang tak boleh dibayangkan pun. Cerita itu semua hanya bersifat metaphorical, kiasan, supaya otak kita boleh faham.

Hmmm...

After all... Tiada paksaan dalam beragama (how you want to paint your faith). Ikutlah apa saja yang kamu fikir sesuai untuk diri kamu, personaliti kamu, yang ultimately baik untuk masyarakat. The only thing you need to do is - be honest to yourselves. Kerana benda baik dan benda jahat ni (civil law, ethics, moral) sudah nyata yang kamu boleh define sendiri, self-asses, yang boleh dihukum jika kamu langgar. Clear. Oleh yang demikian, barangsiapa yang bersikap reasonable, yang tak percayakan benda-benda karut-marut (toghut), tetapi dia berpegang dan bertindak dengan qadar ciptaan Allah yang satu - sunnatullah (sains), sesungguhnya dia akan pasti dapat hasil yang betul/real. Kalau dia create kapal terbang ikut semua physics law, kapal itu memang betul-betul akan terbang. Kalau dia cuba jadi Harry Potter, penyapu itu takkan terbang di alam realiti. So, ingatlah, apa saja yang berlaku, Tuhan di atas sana maha mendengar, maha Mengetahui. (Baqarah - 256)


Jumaat, 6 Mac 2015

Matapelajaran Agama matapelajaran Sains

Sedap juga bersembang dengan orang Pakistan di Saudi ni. Saya cerita kat dia saya dulu sekolah agama + sains. Saya belajar Feqah, Tauhid, Hadis, Balaghah, Fizik, Kimia, Biologi and Algebra. Saya beritahu dia orang Melayu Malaysia salah buat klasifikasi subjek-subjek ni. Subjek Feqah, Tauhid, Hadis, Balaghah dipanggil Matapelajaran Agama. Subjek Fizik, Kimie, Biologi dan Algebra dikira matapelajaran Sains, atau jika didengar student pondok, mereka panggil Ulumuddunyaa - ilmu keduniaan.

Dia angguk angguk.

Saya cakap KitabutTauhid, siapa pengarangnya? Dia jawab Syeikh itu, syeikh ini, many syeikhs, berdasarkan discussion berantai yang akhirnya disandar pada dalil Quran yang bersifat mutasyaabihaat - perumpamaan.

Saya tanya dia lagi. Dalam subjek biologi, buka bab pembiakan dan genetik. Dalam kromosom ada kod-kod protein DNA pada setiap spesis pokok, binatang dan manusia. Siapa yang menulis semua ini?

Dia diam sebentar. Dia kemudian jawab, "the God."

Saya balas, "Sesungguhnya engkau benar. Hukum fizik, hukum kimia, struktur biologi, semuanya ditulis Tuhan, bukan manusia. Allah mengatur semua ciptaan dari sekecil Zarah hingga sebesar Matahari. Titik darah ke atas slaid kaca letak bawah microscrope ada hemoglobin yang berfungsi mengangkut oksigen dari peparu ke sel-sel, mengikut aturan yang ditetapkan Tuhan. Hemoglobin tak pernah membantah, setiap saat dia patuh seolah-olah zikir setiap nafas."
Saya tanya lagi, "lalu subjek apa yang sebenarnya membawa kita mengenal Tuhan?"

Dia jawab, "subjek sains."

Saya kata, "masyarakat di kampung saya terbalik. Mereka mencari Tuhan melalui teks-teks manusia yang dicatit oleh manusia terdahulu yang dirumus oleh teknologi yang kuno. Orang Melayu menolak fikrah lebih tepat yang cuba disampaikan Tuhan pada ciptaanNya yang dibuka oleh ilmu pengetahuan (baca teknologi) yang lebih maju. Mereka tidak mahu ambil fikrah lebih tepat kerana fikrah itu diberi oleh subjek bukan subjek agama."

Saya kata lagi, "Subjek Fizik, Kimia, Biologi dan Algebra sepatutnya diklasifikasikan sebagai matapelajaran Agama, dan subjek-subjek Lughoh, Falsafah, Bahasa sepatutnya diklasifikasikan matapelajaran Sokongan atau Philosophy. Supaya kejadian Saintifik langit dan unta difaham secara logik (baca: qadar ciptaan Allah) oleh para Muslim muda yang tuntas sebelum disokong oleh perbahasan-perbahasan yang relevan. Seterusnya, konsep ini akan memansuhkan riwayat-riwayat hadis yang tahyul, rosak dan memusnahkan orientasi pemikiran manusia.

Khamis, 20 November 2014

Semasa Hujan Merah tu ana berada di Jeddah minum teh

Aku tak sangka benda ni jadi viral sampai ramai orang Melayu jadi bertaubat dan mula ingat Tuhan setelah lama hidup dalam kelalaian. Alhamdulillah.

Cuaca di negara timur tengah ni memang susah nak hujan. Allah setting cuaca kat sini banyak panas dan kering sepanjang tahun sampai air nak minum pun takde, apatah lagi sungai untuk aku memancing. Tapi petroleum banyak, lalu beberapa jurutera Malaysia dan Pakistan datang ke sini untuk operate desalination plant (proses air laut jadi air minum) agar orang, unta, kambing, pokok dapat minum dan hidup.

Bagaimana Allah set cuaca di bumi ni? Di Europe dia ada empat musim, di Jepun ada salji, di Malaysia ada musim mengawan (tengkujuh) dan di Arab Saudi ada musim panas dan sejuk kering. Memang Tuhan yang buat semua ni. Tuhan yang buat bumi dengan musim-musim. Tapi apakah buatan ini kita tak boleh paham lalu kita beragama tanpa akal macam pemforward hujan merah di Mekkah di whatsapp dan FB?

Apakah Puurrrr... Allah sembur api ke timur tengah maka jadilah ia gurun. Puurrrr... Allah curah air ke Asia jadilah dia negara khatulistiwa, atau malaikat turun tanam pokok banyak-banyak di Kalimantan sebab tu dia banyak pokok.

Remember o human, Allah made everything with ratio, proportionate. [54:49] Allah maha bijak, yang mana value pada penciptaan langit dan bumi hanya boleh dibaca oleh orang yang berilmu (sains), yang hasil dari ilmu itu adalah iman, faith.

Jarak bumi dan matahari adalah 149,600,000 km. Bumi mengelilingi matahari dalam keadaan berpusing. Satu pusingan lengkap = 24 jam, satu keliling lengkap = 365 hari. Paksi pusingan bumi pula tak selari dengan matahari. Pusingan dia sedikit tilted, senget sebanyak 23.5 degree yang disebut obliquity. Jadi selama 365 hari bumi berpusing mengelilingi matahari, region south dan north akan ada dua kedudukan berbeza. First half dia jauh dari matahari, second half dia dekat. Bila dekat, dia terima banyak radiasi solar jadi musim summer, bila jauh dia jadi sejuk - winter. Bumi dibalut 5 lapisan atmosfera iaitu kulit luar sekali, exosfera, lapisan lebih dalam sedikit, mesosfera, yang mana meteor akan terbakar kat sini, kemudian ada stratosfera yang menjadi laluan kapal terbang dan juga lapisan ozone yang menapis solar matahari yang masuk ke troposfera. Lalu suhu di bumi regulated, tiada perubahan mendadak dan stabil. Perubahan musim sejuk ke panas, panas ke sejuk lalu harmoni - spring, autumn.

Semua ini dibuat untuk kamu, kamu dan kamu... FOC.

Ustaz tak ajar sains. Orang putih ajar sains. Apabila orang putih yang ajar sains, apakah nombor 149,600,000km, 23.5 degree, obliquity, O3 (ozon) dan mesosfera itu ciptaan orang putih? Apakah bila kita bercakap dengan bahasa ini kita jadi liberal dan jauh dari agama sebab ia ciptaan bangsa Rom bukan Arab?

Manusia cuma bagi nama. Yang tetapkan qadar ini, proportion ini adalah Tuhan, Pencipta, the Architect. 

Tuhan. Orang Arab sebut Allah.

Maka apabila kita menggunakan sistem lain, proportion lain untuk menyelesaikan masalah dunia, maka kita disebut syirik. Bomoh hujan panggil hujan guna batu merah dan biji lada hitam - syirik. Orang Islam mesti guna qadar ciptaan Allah, iaitu isi penuh air garam dalam tangki bawak naik kapal terbang dan sembur ke anak-anak awan, kerana mengikut qadar yang Allah tetapkan, sodium cloride akan tarik wap air untuk bertangkup, jadi berat dan jatuh sebagai hujan. Ini bukan teknologi orang putih. Ini nama dia solution.

Tengok kapal terbang. Boeing buat kapal terbang guna prinsip aerodynamics, thermodynamics, air compressor + gas turbine dan bernoulli. Apakah saintis kurun ke 19 yang cipta semua ni? Tak. Allah dah tetapkan properties langit dan bumi di Luh Mahfuz sebelum penciptaan lagi. Orang Mesopotamia tak tahu nak buat kapal sebab depa bodoh lagi, bukan sebab teknologi tu belum wujud. Kalau angkut 10 orang engineer Boeing naik mesin masa pergi ke zaman Mesopotamia, boleh je diorang buat kilang kapal terbang kat situ time tu.

Meaning to say, this laws, hukum ni Allah dah buat lama, dan dari dulu sampai sekarang hukum ini tak pernah berubah, fixed. Qada dan qadar yang kita sebut, atau sunnah Allah. Orang putih hanya jumpai dan bagi nama je untuk diorang punya aplikasi harian.

Fenomena hujan pasir dan langit merah di Mekah adalah petanda kiamat ni benda budak-budak sebenarnya yang sebar kat FB apa pun tak tahu. Ini semua boleh jadi syirik sebab jahil. Sebarang pemikiran atau struktur pemahaman yang menyalahi qada dan qadar, adalah syirik. Syirik adalah kita mempercayai ada sistem lain berkerja menggunakan formula lain, selain yang telah ditetapkan Allah lalu dia beriman bahawa jika dia ikat tali beserta taring harimau hitam kat pinggang budak, budak tu lalu jadi genius. Itu bukan cara dunia Allah ini bekerja. Itu bangang namanya.


Benda-benda seperti cuaca local, pokok petai menangis, dakwat dalam Quran hilang, ikan naik ke darat... ini semua bukan petanda nak kiamat. Petanda kiamat adalah?

Thinning of the ice, dekat north dan south pole.

Global warming.

Overpopulation.

Species extinction. 

Polution - air polution, water polution, dan brain polution (religious dude forwarding stupid picture claim from God)

Thinning of ozone.


Rabu, 19 November 2014

Curiosity pada kisah Nabi Ibrahim

Nabi Ibrahim dalam Quran bertanya "Tuhan betul ke Kau boleh hidupkan orang mati?"

Tuhan tanya balik, "apakah kau tak beriman?"

"Aku beriman... tapi untuk menenangkan hati."

Kita hari ini nak persoalkan ajaran Mazhab Syafie pun kena tuduh sesat. Kadang aku confused orang Melayu ni sembah Tuhan ke sembah imam Mazhab dan imam Bukhari.

Curiosity, masing-masing ada curiosity yang mesti disoal dengan jujur dan dijawab dengan jujur. Tak ada salah kita nak mempersoal setiap item dalam ajaran agama, kerana Allah letak curiosity dalam hati kita untuk kita cari kebenaran yang menenangkan hati. Selagi kita rasa jawapan tu tak menenangkan hati, selagi tu kena cari. Jawapan yang menenangkan hati selalunya jawapan yang masuk akal, yang kita boleh relate dengan realiti ciptaan Tuhan.

Setiap jawapan yang kita pegang akan ditanya di padang mahsyar kelak, dan untuk menjawab kita mestilah paham dan jejak. Kalau nak jawab saya ikut orang je, mereputlah dalam neraka.

Sabtu, 18 Oktober 2014

Objektif hidup - konsep jasad dan ruh

Semalam, lepas siapkan daily report aku ke toilet basuh muka. Dua tiga kali bilas guna air, aku tilik muka setiliknya. Perhatikan eye bag, jeragat, dan parut jerawat. Lepas tilik muka, aku belek rambut. Dan suprisingly, diam-diam, di celah jambul depan aku aku jumpai sehelai rambut putih - uban. Dah berapa lama dia sembunyi kat situ? Damn... bila aku nak revenge, cabut, aku teringat orang kata uban ni makin dicabut makin banyak. Aku betulkan balik jambul aku biarkan dia di situ.

'A gentle reminder'

Kita semua akan mati. Samada kita mati naturally, sakit tua, pada umur average 70 tahun, atau kita termasuk dalam abnormal death category - accident, lemas, shot, murdered - yang boleh berlaku bila-bila masa. Atau abnormal slow death category - kanser, HIV, ebola etc. Cepat atau lambat, aku akan mati. 

Kelmarin, timbalan ketua Pemuda Pas Kedah, Ahmad Izzat, meninggal kerana komplikasi organ dalaman. Muda orangnya, 34 tahun, yakni umur aku pada tahun depan. Sebelum ni arwah Mahir, 40. Rosdi, 23... hmm... muda-muda belaka kawan-kawan aku ni.

Tuhan menentukan segalanya semenjak awal. Kadar letusan hidrogen di matahari, entropi, dan pusingan karbon, semua dah ditulis. Dan of course Allah dah set dah tarikh untuk kita kembalikan karbon yang kita pinjam ni ke dalam bumi untuk direcycle. Kalau ikut statistik, 70% manusia akan mati tua dan lebihan 30% akan mati mengejut... roughly speaking. Apakah kita berada pada kelompok 70% atau 30%, kita takkan tahu. Kalau tahu benda jadi tak saspens, tak menjadi. Kita boleh pikir, by current rate, kita akan hidup lama lagi. So far sistem dalaman tak ada masalah, peparu ok, jantung ok, gym jarang-jarang, so practically, another 40 tahun boleh pergi. Tapi pada takdir, pada calculation yang Allah tetapkan di Luh Mahfuz 47 billion tahun dahulu, tidak semestinya 40 tahun. 

Mungkin besok. 

Jasad kita ni power tuan tuan. Bab survivor ni dia cekap. Dia ada banyak sensor yang bekerja untuk hindarkan kita dari bahaya. Kaki cucuk duri sikit, sensor hantar isyarat sakit supaya kita take action. Bila sel perlukan kalori, dia laparkan perut menjerut-jerut. Kalau lalu jalan kubur, jantung dub dab dub dab, dia suruh kita lalu jalan lain. Kena kejar kera, adrenaline akan dirembeskan lalu kita berlari dan melompat kalah kera. Ini kerja fisiologi kita. Otak pula sebagai ketua pasukan keselamatan akan berkata secara angkuh, "tuanku, aku jaga tubuhmu sebaiknya, makanlah, enjoylah. Umurmu panjang lagi. Makanlah. Kalau apa-apa sakit akan aku beritahu." Selagi tak sakit, kita akan rasa mati kita lambat lagi, lambat lagi. InsyaAllah lambat lagi. Ikutkan teori memang lambat lagi, tapi perancangan kita takkan mengatasi 'Grand Plan' milik Allah. Perancangan Mutlak yang manusia takkan pernah tahu.

Live as long as possible & reproduce as many as possible. Evolution. Ini dua language yang printed dalam jasad kita sepanjang proses evolusi. This is the program in the body, the faith of hormones, be it animal or men. Binatang dia integrated dalam sistem ini. Dia takde awareness, takde kebolehan untuk disintegrate dari natural response dan create idea sendiri. Binatang, tumbuhan dan non-organic material hundred percent follow nature [17:40], function as how they are programmed to function.

Manusia berbeza. Manusia bukan sebahagian daripada bumi. Jasad kita yes. Our body is part of nature, made of earth material yang boleh diklasifikasikan macam binatang - mamalia, vertebrata, omnivor, homo spc, dsb. Badan kita berkumuh dan membiak sama macam binatang lain. Ada ginjal, peparu, usus dll. Our body functions as how it is programmed to function by Allah. Hair grows, cells reproduce, rice goes in shit comes out, etc. Obviously, badan kita dan binatang adalah sebahagian dari sistem Qadar - the Grand Plan.

But not us.

Ingatlah wahai pembaca blogku yang hina dina ini, Allah jadikan manusia pertama Adam bukan pada saat pertama kejadian dunia [76:1]. Allah setup dulu pentas dunia selama enam selang masa. Ketika Allah tiupkan ruh Adam ke dalam jasad manusia, bumi dah ada, matahari dah established, even binatang karnivor sudah membiak banyak di bumi. Ketika itu, ekosistem di bumi sudah mencapai titik optimum to start off our existence - human. We were not part of it, we were introduced to it when everything was already in place. By looking at the ecosystem condition at that particular of time, Malaikat questioned God's move, "Why should you send human there where they will corrupt the system and spill their blood?" [2:30]

Allah jawab, "I know what I am doing."

Then surprisingly, Allah pertunjukkan kepada Malaikat yang Adam ini berbeza, jauh berbeza. Seolah-olah, "malaih aku nak ceghita, hangpa tengok la sendiri." Ya, Adam dibawa ke depan para Malaikat. Malaikat sangka makhluk ini binatang yang akan bunuh membunuh untuk survivor dan reproduce. Shockingly no. Adam bercakap, took part in the intellectual meeting. Adam sebut nama-nama benda, seperti mana diajar. This showed intelligence, awareness yang bukan sebahagian dari hukum natural yang ada dalam anatomi binatang. Adam muncul dalam bentuk fizikal tapi pengetahuannya bersifat spiritual - conscience, imagination, cognitive, logic. Sesungguhnya, dalam naratif surah al-Baqarah ini, seolah-olah kita boleh lihat mata para Malaikat terbeliak, shocked, dan akhirnya semua sujud hormat. 

And of course, except the bad boy - iblis. 

Kita khalifah. Kita bukan sebahagian dari alam, kita ditiupkan ke dalam jasad ini, turun ke alam ini untuk manage resources, manage civilization, untuk lead humanity ke arah satu tamadun dunia yang perfect agar dunia ini menjadi tempat bersuka-ria sebaiknya untuk semua manusia, sementara kita akan kembali kepadaNya. Segala benda yang kita buat untuk mencapai objektif utama tadi - khilafiah - akan dipersoal di sana, di depan para Malaikat yang awalnya cukup skeptikal dengan kehadiran kita ke dalam sistem stellar.

I gave you intelligence, how did you use it?

I gave you power, where did you channel it?

Your young age, on what had you spent?

I gave you a desire to be respect, why didn't you respect your fellow human who has the same desire?

Why you choose the way that chosen by iblis - a disrespect - that you selfishly approved yourself to do things you will never approve if others do to you?

Sehelai uban sedarkan aku, setakat ini sejauh mana sudah aku berbakti pada komuniti? Sejauh mana perubahan telah aku bawa ke dalam famili, saudara, rakan, office, kampung, daerah dan semua. Sehelai uban sedarkan aku masa aku semakin singkat bukan semakin banyak. Ini baru rambut, nanti-nanti ginjal, usus, jantung, otak... Dengan current progress, fail yang bakal aku kelek ke depan Allah dan malaikat nanti, kat dalam tu apakah ada banyak cerita baik atau cerita merepek? Takkan nak buka topik akademi fantasia? Time tu nak menipu tak boleh. Buku dah ditulis. Si mati lain akan jadi saksi, bahkan anggota badan sendiri turut sama nak bercakap.  Bayangkan tangan tu suka sign OT tak sah. Atau mulut yang suka jatuhkan maruah rakan yang absent ngeteh. Atau perut yang makan benda haram.

Hmmm...

Jasad kita bercas negatif. Dalam badan kita ada unsur-unsur iblis, bukan iblis palesit hantu raya, tapi unsur keiblisan, yang orang Arab sebut nafs. Nafs dari segi bahasa bermaksud diri, manakala dari segi istilah bermaksud self-centered. You are king, you are everything, others are nothing. Ingat dua objektif jasad - live as long as possible & reproduce. Inilah self-centered. Dua benda ini yang make sure biological tree evolves upward to 'produce' the most perfect/robust product of evolution. Natijahnya, apabila kita diberi jasad ini dalam perut ibu, dua benda ni naturally installed dalam genetik kita, darah kita, apatah lagi dalam kita punya sistem refleks. We then grow up, absorb semua yang negatif dalam environment. Weird but true, benda negatif lagi senang belajar dari benda positif. Why? Sebab benda negatif semua sedap. Why? Because, it is in your genetics, you are made to like them. Just think of a free sex.

Oleh yang demikian...

Untuk menjadi khalifah, kita mesti kalahkan dua benda ni. Manusia yang paling efektif adalah manusia yang berjaya kalahkan nafsu. Carilah dalam mana-mana agama, walaupun methodologi berbeza, objektif mereka sama iaitu kalahkan nafs. Hindu dengan cucuk badannya, Buddha dengan pensamiannya, dan Islam dengan solat dan puasanya. Hanya manusia yang berjaya keluar dari sistem jasad, berjaya kalahkan 'the force of evolution', akan jadi manusia berbeza, manusia yang paling berguna yang objektif hidupnya berada pada paksi spiritual - ukhrawiah. Hanya manusia yang 'berjaya' yang 'selamat' yang pada zaman Rasulullah disebut 'yang Islam' yang mampu jadi khalifah, yang mampu enforce sistem civil/moral dalam pentadbirannya. Sistem perkahwinan, sistem ekonomi, sistem pendidikan, dan semua sistem untuk make sure nafsu serakah pada pizza dan alat sulit dinikmati semua manusia dengan hak dan adil.

Fikirkan... how enlightened are we? How Islamized are we? Saya tahu IC anda Islam, tapi Allah tak tengok IC. Dia tengok kad report kita yang mengandungi aktiviti kita from day 1 to days 21,875, apakah banyak benda bermoral atau merepek. Tidak kira IC awak ditulis agama apa, you can create thousands perception towards God along your journey, tapi yang betul dikira adalah amalan awak, baik atau tidak, sebab benda ni yang affect your surrounding, ultimately affect human civilization. [2:62]

To change the world, change yourself. Check your conscience. Muhasabah diri ketika sepi dan gelap, di mana kita pada ketika ini. Apakah tindakan kita hari ini mengikut nafsu, atau mengikut fitrah ruhiyyah - spiritual awareness - dalam hati yang ditiupkan Allah bersama-sama ruh Adam dahulu. Tanyalah diri sendiri sebelum ditanya Pencipta. Tasyhid, solat, puasa, zakat, haji, ini semua modul agama Islam yang objektifnya menjadikan orientasi karakter kita betul. Ini cuma modul, bukan produk. Solat bukan objektif hidup kita sebagaimana ramai ustaz tafsirkan ayat 'diciptakan jin dan manusia untuk beribadah.' Salah jauh. Kita diturunkan ke bumi bukan untuk solat. Solat yang dicipta untuk kita. Untuk kita. What we do is for our own self. Allah tak gemuk dengan solat kita, tak pula Dia sakit kalau semua manusia kufur. Solat diberi sebagai modul untuk latih diri kita melawan hawa nafsu, by meditating in spiritual realm. Ultimately, ibadah kita yang sebenar adalah apa yang kita buat selepas kita bangun dari sejadah, selepas kita keluar dari masjid [62:10] mencari keredaan Allah dengan melakukan kerja khilafiyyah. Ibadah staf Maintenance Dept Syabas adalah untuk repair paip air bocor di Kota Damansara. Kalau tak betulkan orang akan mati, atau keracunan. Kalau kita malas atau slow, orang akan mati dulu baru paip siap repair. KPI kita sbg khalifah akan hancur. Macam mana nak jawab di Mahsyar nanti?

Tugas khalifah - to serve humanity. Khalifah live for others. Animal live for itself. [7:179]

Jika takdirnya korang ditawan ISIS. Korang lalu diberi sepucuk pistol. Kemudian didatangkan ke hadapan korang lima orang lain dan korang diberi arahan di depan kamera, "shoot them all you survive, shoot yourself they survive. Choose."

Orang Melayu Islam biasa yang dengar GST pun dah meroyan dekat Facebook, apabila berada di situasi ini orang Melayu itu akan terus gila. Sudah tentu time tu tubuhnya akan haywire, otak, jantung, darahnya semua stress dan memekik, "bunuh. bunuh diorang semua Bakri, bunuh. Ko tunggu apa lagi? Ko nak mampos? Eh, setiap minit dalam dunia ni manusia akan mati la. Kalau tak kena bunuh, eksiden. So, apa masalahnya?" Bam, bam, bam, bam, bam, darah memancut...

Sami buddha yang enlighten, akan senyum. Dia rileks sebab dia percaya bila dia mati bermaruah macam ni dia akan lahir semula jadi king. Lalu, si sami akan diamkan jeritan otak dan perutnya dan berbisik pada jasadnya, "one die, better than five." Bam, dia tembak dirinya sendiri.

Ask yourself, what would you do?

sumber gambar - hikmatun


Khamis, 28 Ogos 2014

Jihad seks dan Wahabi

Aneh tapi ada wanita Malaysia kita ke Syria, nak bagi khidmat seks untuk pejuang. Kalau nikah proper, seks proper tak ada masalah. Tapi askar berapa ramai, gundik berapa ramai? Apakah kesakitan berperang luka itu jihad lelaki, kesakitan disenggama beramai-ramai itu jihad perempuan?

Ini kisah gadis yang dipaksa jadi penjihad seks di Syria.


Bila ramai perempuan Arab taknak jadi konon 'pejuang', depa import dari Malaysia pula. Even, dari banyak tempat rasanya.

Hmm...

Nabi dah lama bagitahu, sesiapa yang nak berjaya di dunia, hanya boleh dicapai dengan ilmu. Siapa yang nakkan akhirat, juga dengan ilmu. Dan of course, kalau nak berjaya di dunia dan akhirat pastilah dengan ilmu++.

Kemaruk nak berjihad tanpa ilmu jadi bangang macam ni lah.

Aku sekarang sedang menelaah buku Princess tulisan Jean Sasson. Aku cerita dekat kawan aku beberapa pengalaman teruk Puteri Sultana, dia kerling dan question aku, "kau percaya ke omputih?" Aku nak jawab tulisan atheist tidak biased mana-mana agama paling baik untuk kita start off pencarian/analisa. Tapi aku diamkan. Tidak perlu berhujah kalau kita faham keadaan belum bersedia, selagi pencerahan itu tak effect apa apa pun pada daily life.

Puteri Sultana cerita tentang Arab dan seksual. Especially penyalahgunaan seks di kalangan Arab makam tinggi. Jika mereka hanya libatkan sex toys lantak lah, tapi yang sedih bila hal ini menyakitkan dan merendahkan kaum wanita. Perempuan jadi macam barang. I want, you come, I don't, you go. Just like that.

Bila demand persenggamaan haram ini menggila, vacuum dalam market jijik ini menyedut adik-adik innocent dari populasi Arab bawahan yang terdesak dalam hidup. Even di Cairo sendiri, budak-budak dijual untuk seks. Arabs, kata Sultana, suka kelangkang budak. 14 tahun, 15 tahun, sudah jadi isteri kepada suami 60-an, 70-an, atas nama politik, bisnes dan perpaduan. Apa budak itu rasa bapak dia nak kisah apa?

Aku pernah ke Bahrain. Di Bahrain, aktiviti maksiat mencolok mata. Kalau di Malaysia kita pelik nampak pakcik berkopiah panah anjing, di Bahrain kau akan muntah tengok Arab pakai jubah putih, semutar bawa biji tasbih masuk pub layan GRO dan alkohol. Bagi Arabs, Bahrain ini jannah.

Arabs is sick.

Aku berpendapat sindrom jihad seks ni sejenis manipulasi seksual ke arah itu, atas nama jihad. Apabila penggila seks mahu ikut serta berjihad dia jadi layu bila tidak dapat seks. Atau apabila jihadist berkurang, ditarik para penggemar seks dengan gula-gula penjihad seks. Formula ini kita boleh lihat banyak angle, boleh pertikai, tapi still; a common sense, is it so hard to get each army a local wife? Is the pain of being rape by many, considered a jihad? Are you defining sexual jihadist as a tool to boost your fucking crazy morale?

A tool?

Ya, mengikut Puteri Sultana, di middle East wanita jadi macam alat. Ditutup hitam, faceless. Walking faceless creature, cannot speak, cannot smile, cannot choose what she want in life. Semua ini, mengikut Reza Aslan dalam buku No God but God, dilakukan penguasa yang fanatik Wahabi, yang ban kaler pada tubuh perempuan, ban wajah perempuan di public, ban lesen memandu untuk perempuan. Jihad seks juga dipelopor oleh pengikut fanatik Wahabi walau Muhammad bin Abdul Wahhab sendiri tak pernah suruh.

Hmm... oh ya, pernah suatu hari aku ke HyperPanda (HyberBanda). Shopping. Sedang ralit pilih sayur, seorang pakcik Arab sebelah aku ni tiba-tiba mendongak. Aku lihat dia gelisah. Di mencari-mencari. Di sekeliling dia ramai la makcik-makcik Arab berabaya dan berpurdah tengah pilih sayur. Aku tengok dia macam pening kemudian dia panggil entah mana-mana, "Hoi, hei." Kedengaran suara perempuan berbalas. "Ha, hena, hena," angkat tangan. Kat depan dia je.

Aku tahan gelak. Dia cari bini dia daaa. Dah semua sama, gelappp je, tak tahu mana satu. 

Hmmmmmm....

Kita mewarisi agama Islam. Kalaulah 30 tahun lalu kita lahir di Kampung Impedu Miu di Thailand, nama kita 99% kemungkinan bukan lagi Ahmad Reza tetapi Ong Krak Thong, beragama Buddha tiap-tiap hari makan babi.

Apabila kita discuss fasal agama, tolong faham bahawa ilmu pengetahuan universal perlu kita patuhi terlebih dahulu. Ilmu mantik, statistik dan sains matematik mesti strong untuk kita analyze data-data dari teks, inskripsi, cerita bawaan orang dan sebagainya. Kita berterima kasih pada saudagar Arab yang bawa Islam ke Tanah Melayu, tetapi mengikut telunjuk mereka buta-buta bukan sejenis terima kasih. Itu bangang namanya.

Kita ada maruah Melayu, bangsa kita bangsa Melayu yang bukan diberi nama oleh British, Portugis atau Saudi, tapi Allah. Tuhan.

Tuhan yang jadikan bangsa Jepun dengan tradisinya. Bangsa Roman dengan tradisinya. Bangsa Cina dengan tradisinya. Allah yang setup cosmic yang membentuk sistem stellar yang mengelilingi bumi. Allah letak bumi di orbit ke-3 sejauh 149,600,000 km dari matahari dengan bentuk ellipse berpusing dipaksi senget membentuk iklim, gunung, sungai dan variasi ekosistem. Indeed Allah buat ikut apa yang Dia kehendaki. Manusia lalu berbangsa-bangsa, berbeza rupa dan perangai. Allah yang tentukan kita bangsa Melayu. Maka kita kena maintain Melayu, jaga identiti Melayu, jaga adab resam Melayu.

Wahai umat manusia! Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu dari lelaki dan perempuan, dan Kami telah menjadikan kamu berbagai bangsa dan bersuku puak, supaya kamu berkenal-kenalan. Sesungguhnya semulia-mulia kamu di sisi Allah ialah orang yang lebih taqwanya di antara kamu. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui, lagi Maha Mendalam PengetahuanNya. - Hujurat, 13.
Fahamkan sebaiknya apa itu suruhan agama, apa pula suruhan palsu yang bermotifkan kuasa. Apatah lagi adat tradisi buruk dalam populasi manusia lain.

Susah nak jawab di padang Mahsyar esok-esok. Soal Malaikat, "Allah suruh kamu jaga kemaluan dan maruah kamu untuk keluarga dan keturunan kamu, mengapa kamu ke Syria untuk disetubuhi sebegitu?" kalau setakat nak jawab, 'saya ikut orang je.' Kalau rasa jawapan tu strong, silakanlah.

Be wise.

Related Posts Plugin for WordPress, Blogger...

Goodreads

Books I read

A Brief History of Time
Seven Habits of Highly Effective People
The Power of Now: A Guide to Spiritual Enlightenment
Hadith 40
ESQ Way 165
Lā Tahzan: Jangan Bersedih!
A World Without Islam
A History of God: The 4,000-Year Quest of Judaism, Christianity, and Islam
No god but God: The Origins, Evolution and Future of Islam
Muhammad: A Prophet for Our Time
Parallel Worlds: A Journey Through Creation, Higher Dimensions, and the Future of the Cosmos
The Road to Mecca


Khairi's favorite books »